Ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center menjadi saksi peluncuran perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan dari Tiongkok. PT Denka Pratama Indonesia menghadirkan lini perangkat tersebut untuk memperluas adopsi teknologi pintar di Tanah Air, sebagaimana diberitakan Gizmologi.id.
Perangkat kacamata pintar ini dirancang untuk mengubah cara pengguna berinteraksi dengan teknologi tanpa harus selalu bergantung pada layar gawai konvensional. Melalui integrasi kecerdasan buatan, produk ini menawarkan berbagai fungsi praktis untuk kebutuhan harian maupun aktivitas profesional.
Pilihan Varian dan Harga di Pasar Domestik
Sebelum resmi diperkenalkan secara luas dalam pameran teknologi tersebut, produk buatan Tiongkok ini sebenarnya sudah masuk ke pasar domestik sejak April lalu melalui distributor eksklusifnya. Ada dua model utama yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia dengan spesifikasi dan kisaran harga berbeda.
Model pertama adalah Rokid Neo AI Smart Glasses yang dipasarkan sebagai varian lebih terjangkau tanpa dukungan fitur augmented reality. Perangkat versi ekonomis ini dibanderol dengan kisaran harga Rp7 jutaan.
Model kedua hadir dengan spesifikasi lebih lengkap yang mencakup fitur augmented reality secara penuh. Perangkat utama tersebut dipasarkan kepada konsumen dengan kisaran harga Rp11 jutaan.
Fitur Unggulan dan Skenario Penggunaan
Selama pameran berlangsung, para pengunjung dapat mencoba langsung berbagai fitur interaktif di area experience booth yang disediakan. Perangkat ini diklaim mampu membantu efisiensi kerja melalui sejumlah skenario penggunaan nyata.
Beberapa fungsi utama yang diusulkan mencakup pembacaan teleprompter langsung di dalam lensa untuk keperluan presentasi dan penerjemahan percakapan secara real-time. Selain itu, kamera terintegrasi pada kacamata ini sanggup mengenali lingkungan sekitar serta membantu pengguna dengan keterbatasan penglihatan.
Untuk sektor industri dan komersial, teknologi pintar ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan pemeliharaan serta pekerjaan lapangan yang membutuhkan bantuan visual secara langsung. Chief Marketing Officer PT Denka Pratama Indonesia, Bagus Widiyanto, mengungkapkan bahwa perangkat ini mendekatkan teknologi AI ke aktivitas personal.
“DTI-CX 2026 ini menjadi kesempatan yang tepat bagi kami untuk memperkenalkan bagaimana AI kini hadir dalam perangkat yang lebih personal, praktis, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari,” ujar Bagus, seperti dikutip Tekno Akurat. Ia menambahkan bahwa perusahaan ingin masyarakat dan sektor industri merasakan langsung peningkatan produktivitas.
Fokus Adopsi Aman dan Regulasi
Seiring meningkatnya minat terhadap perangkat sandang pintar, distributor tunggal di Indonesia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi serta perlindungan data pribadi. Pertumbuhan penetrasi pasar diyakini harus berjalan beriringan dengan edukasi publik yang memadai.
Perangkat kacamata pintar ini diprediksi menjadi salah satu kategori yang berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan seiring masifnya adopsi teknologi digital. Pengguna didorong untuk semakin selektif memilih produk yang resmi dan bersertifikasi di pasaran.
Pertanyaan Umum
Kapan Rokid AI Smart Glasses diperkenalkan secara resmi di ajang pameran Indonesia?
Perangkat ini diperkenalkan dalam ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 yang berlangsung pada 5–6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center.
Siapa distributor resmi yang memasarkan produk kacamata pintar ini di Indonesia?
PT Denka Pratama Indonesia bertindak sebagai distributor eksklusif dan resmi yang membawa lini produk tersebut ke pasar domestik.
Berapa kisaran harga yang dipatok untuk varian termurah perangkat ini?
Model Rokid Neo AI Smart Glasses sebagai versi tanpa fitur augmented reality dipasarkan dengan harga sekitar Rp7 jutaan.
Apa saja fungsi utama yang dapat dicoba oleh pengguna pada perangkat tersebut?
Pengguna dapat memanfaatkan fitur penerjemahan bahasa secara real-time, pembacaan teleprompter di lensa, pengenalan lingkungan via kamera, hingga akses informasi secara hands-free.

Tinggalkan Balasan