Dealer BMW di Amerika Serikat dikabarkan meminta markup hingga 25.000 dolar AS, setara sekitar Rp400 juta, untuk model M3 CS Manual edisi terbatas. Model yang dikenal sebagai Handschalter ini hanya diproduksi sebanyak 800 hingga 900 unit khusus untuk pasar AS. Praktik markup tersebut membuat harga jualnya melonjak jauh di atas banderol resmi yang belum diumumkan secara resmi oleh pabrikan.
Markup dealer merupakan fenomena umum di AS untuk model edisi terbatas yang diminati kolektor. BMW M3 CS sendiri adalah varian berperforma tinggi dari generasi terbaru M3, dengan mesin enam silinder segaris twin-turbo, suspensi yang disetel khusus, dan bobot lebih ringan. Edisi manual menjadi buruan karena transmisi manual semakin langka di segmen mobil performa modern.
Informasi ini masih belum mendapatkan konfirmasi resmi dari BMW Amerika Serikat. Konsumen yang berminat disarankan melakukan verifikasi langsung ke dealer-dealer resmi BMW di wilayah mereka. Belum diketahui apakah markup serupa juga terjadi di pasar global lainnya seperti Eropa atau Asia.
BMW M3 CS Handschalter dirilis sebagai bagian dari perayaan 50 tahun divisi M. Dengan hanya beberapa ratus unit yang tersedia, persaingan untuk mendapatkannya dipastikan ketat. Markup dealer seringkali menjadi tantangan bagi pembeli yang ingin mendapatkan unit langsung tanpa pemesanan khusus.
Praktik ini bukan tanpa risiko. Beberapa dealer di masa lalu mendapat sorotan negatif karena markup yang dianggap terlalu tinggi. BMW AS tidak secara resmi mengatur harga jual dealer, sehingga setiap dealer memiliki kebebasan menentukan markup. Hal ini membuat harga final sangat bervariasi antar dealer.
Bagi penggemar BMW M3 CS Manual di Indonesia, model ini tidak dijual resmi oleh BMW Indonesia. Impor sendiri atau jalur non-resmi mungkin menjadi satu-satunya cara, namun akan dikenakan bea masuk dan pajak yang tinggi. Harga yang sudah tinggi di AS akan semakin membengkak jika masuk ke Indonesia.
Tinggalkan Balasan