Geely dan Ford Resmi Berkolaborasi, Siap Produksi Kendaraan Baru di Spanyol

Ford Motor Company dan Geely Automotive Holding Ltd. sepakat membentuk perusahaan patungan atau joint venture guna memproduksi kendaraan elektrifikasi atau new energy vehicle di Eropa. Kolaborasi strategis ini diumumkan pada Juli 2026 dan berpusat di fasilitas manufaktur milik Ford yang berlokasi di Valencia, Spanyol. Berdasarkan laporan KabarBursa.com, pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara resmi pada semester pertama tahun 2027 setelah mengantongi persetujuan dari otoritas regulator terkait.

Struktur kepemilikan saham dalam perusahaan patungan ini menempatkan Ford Motor Company sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi 66 persen. Sementara itu, Geely Auto memiliki sisa kepemilikan saham sebesar 34 persen. Pabrik Valencia dipilih sebagai basis produksi bersama karena memiliki kapasitas pengolahan hingga sekitar 500 ribu unit kendaraan per tahun serta ditopang oleh teknologi manufaktur tingkat lanjut.

Optimalisasi fasilitas di Spanyol ini dirancang untuk meningkatkan utilisasi pabrik, menekan biaya pengembangan model, serta mempercepat proses peluncuran produk baru ke pasar global. Pada tahap awal operasional, pabrik Valencia akan tetap mempertahankan produksi model Compact Sport Utility Vehicle Ford Kuga. Rangkaian produksi kemudian akan diperluas mulai tahun 2028 dengan menghadirkan sejumlah model baru dari kedua merek otomotif global tersebut.

Di sisi lain, perkembangan pasar otomotif global juga diwarnai oleh langkah ekspansi pabrikan asal China lainnya, BYD, yang merekrut lebih dari 9.000 karyawan baru di Zona Kerja Sama Khusus Shenshan untuk memenuhi lonjakan permintaan. Terkait dinamika model kendaraan, Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, menjelaskan bahwa model Geely Coolray yang masuk ke pasar domestik Indonesia memiliki perbedaan tampilan luar dibandingkan versi penyegaran di China. "Cuman dari tampilan depan, mungkin dibandingkan yang di China, agak ketinggalan satu periode facelift," ujar Herlijoso saat ditemui di Mandalika, Lombok Tengah, NTB, seperti dilaporkan kumparan.com.

Herlijoso menambahkan, penyesuaian tersebut dilakukan karena varian terbaru di China masih menggunakan konfigurasi setir kiri yang memerlukan pengembangan lanjutan. Selain itu, pabrikan juga melakukan penyesuaian pada bagian kaki-kaki kendaraan agar spesifikasinya sesuai dengan karakteristik kondisi jalan raya di Indonesia.

Kolaborasi antara Ford dan Geely di Eropa serta penyesuaian spesifikasi produk di pasar domestik menunjukkan langkah penyesuaian industri otomotif terhadap permintaan regional yang beragam. Pabrik Ford Valencia di Spanyol dijadwalkan melanjutkan persiapan operasional menuju target produksi kendaraan elektrifikasi pada tahun 2027 mendatang.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *